Save to home screen
Open the Bible can be just a tap away! Tap the icon at the bottom of your browser and choose "Add to Home Screen"
Close

Login

Sign in to Open The Bible:

Sign up

Save your progress by creating a FREE account! Get started by filling out the info below:

Account Recovery

Request a new password:

Enter your email address below and a temporary password will be emailed to you. You may change the password the next time you log in.

Efesus 1:3-14

3 Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam sorga. 4 Sebab di dalam Dia Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. 5 Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, 6 supaya terpujilah kasih karunia-Nya yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya. 7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya, 8 yang dilimpahkan-Nya kepada kita dalam segala hikmat dan pengertian. 9 Sebab Ia telah menyatakan rahasia kehendak-Nya kepada kita, sesuai dengan rencana kerelaan-Nya, yaitu rencana kerelaan yang dari semula telah ditetapkan-Nya di dalam Kristus 10 sebagai persiapan kegenapan waktu untuk mempersatukan di dalam Kristus sebagai Kepala segala sesuatu, baik yang di sorga maupun yang di bumi.

11 Aku katakan ”di dalam Kristus”, karena di dalam Dialah kami mendapat bagian yang dijanjikan – kami yang dari semula ditentukan untuk menerima bagian itu sesuai dengan maksud Allah, yang di dalam segala sesuatu bekerja menurut keputusan kehendak-Nya – 12 supaya kami, yang sebelumnya telah menaruh harapan pada Kristus, boleh menjadi puji-pujian bagi kemuliaan-Nya. 13 Di dalam Dia kamu juga – karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu – di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. 14 Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya.

(TB)

Lanjut
Audio Pengajaran
1 x

Sesi 3: Lima Anugerah dalam Surat-surat

Selamat datang kembali ke sesi ketiga dan terakhir dari Open the Bible (Bukalah Alkitab). Kita sudah berjumpa dengan lima tokoh di Perjanjian Lama. Kita telah menyaksikan lima peristiwa dalam kehidupan Yesus dalam kitab-kitab Injil. Dan pada sesi terakhir ini, kita akan meninjau 5 anugerah yang Allah berikan kepada semua orang yang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Mereka adalah

  • Anugerah Roh Kudus
  • Anugerah iman
  • Anugerah pengampunan
  • Anugerah gereja, dan
  • Anugerah Sorga

1. Anugerah Roh Kudus

Sebelum Yesus naik ke Sorga, Dia menyuruh murid-murid-Nya menunggu di Yerusalem sampai Roh Kudus yang dijanjikan telah datang.

“Tetapi kamu akan menerima kuasa,
kalau Roh Kudus turun ke atas kamu,
dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem
dan di seluruh Yudea dan Samaria
dan sampai ke ujung bumi.” (Kisah Para Rasul 1:8)

Sepuluh hari setelah Yesus naik ke Sorga, ada suatu perayaan di Yerusalem yang dikenal sebagai Pentakosta. Kitab Kisah Para Rasul mencatat bagaimana pada hari Pentakosta, Roh Kudus dicurahkan ke atas semua murid-murid Yesus.

Hari itu ditandai oleh tiga peristiwa mengagumkan:

Suara angin

Ketika tiba hari Pentakosta,
semua orang percaya berkumpul di satu tempat.
Tiba-tiba turunlah dari langit
suatu bunyi seperti tiupan angin keras
yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk. (Kisah Para Rasul 2:1-2)

Di dunia kuno, banyak bahasa yang menggunakan kata yang sama bagi angin, napas, atau roh. Suara angin kurang lebih sama dengan suara napas, hanya saja lebih keras dan berlangsung lebih lama: “Hhhhhuuuuuu.”

Pada akhir kitab Injil Yohanes, kita diberitahukan bahwa Yesus menghembuskan napas kipd para murid.

Maka kata Yesus sekali lagi:
“Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku,
demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.”
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka
dan berkata: “Terimalah Roh Kudus. (Yohanes 20:21-22)

Yesus menjelaskan apa yang akan terjadi pada hari Pentakosta. “Inilah yang akan terjadi: Aku akan naik ke Sorga, dan saat itu terjadi, Aku akan menghembuskan Roh-Ku: Hhhhuuuuu.”

Nah ketika para murid mendengar “suatu bunyi seperti tiupan angin keras,” itu adalah suara yang sama yang mereka dengar ketika Yesus menghembuskan napas atas mereka, hanya saja suara itu lebih keras. Jadi mereka tahu apa yang terjadi – Roh Kudus dicurahkan seperti yang Yesus janjikan.

Nah saat Anda menemukan sesuatu yang tidak biasa di Alkitab, sangat menolong untuk bertanya, “Pernahkah kita melihat sesuatu seperti ini sebelumnya?” Dan jika kita bertanya, “Di manakah kita pernah menemukan suara angin atau napas sebelumnya?” ada jawaban yang jelas.

Kita melihat di Perjanjian Lama bahwa Allah menghembuskan napas kehidupan kepada Adam. Allah menciptakan suatu raga dari debu tanah, lalu Dia menghembuskan napas kepada tubuh itu. Allah menghembuskan napas kepada Adam, dan Adam menjadi mahluk hidup.

Apa yang Allah lakukan kepada Adam menggambarkan apa yang dilakukan-Nya pada hari Pentakosta. Dalam peristiwa penciptaan, Allah menghembuskan napas kepada tubuh Adam, dan ia menjadi mahluk hidup. Pada peristiwa Pentakosta, Allah menghembuskan napas kepada orang-orang percaya yang mula-mula, dan gereja (yang adalah tubuh Kristus), tercipta.

Peristiwa menakjubkan kedua adalah …

Terlihatnya api

dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran
dan hinggap pada mereka masing-masing. (Kisah Para Rasul 2:3)

Cobalah bayangkan diri Anda ada di antara orang-orang percaya yang mula-mula ketika peristiwa ini terjadi. Apa yang mereka lihat pasti awalnya nampak bagaikan suatu bola api besar atau suatu tiang api, datang ke arah mereka. Pasti nampaknya sangat mengerikan.

Saat bola api itu mendekat, apinya terpecah menjadi “lidah-lidah api” satu-satu, jadi apa yang terlihat sebagai lidah api turun ke atas setiap orang di ruangan itu. Lidah api mendarat di atas setiap orang, tetapi tidak ada seorang pun dari mereka yang terbakar!

Dalam Perjanjian Lama, Allah menampakkan diri kepada Musa dalam bentuk api yang berada dalam suatu semak yang tidak terbakar. Pada hari Pentakosta, Allah memberikan tanda yang sama dari hadirat-Nya secara langsung kepada murid-murid yang pertama.

Ketika Allah menampakkan diri-Nya kepada Musa dalam api itu, Dia mengutus Musa untuk memimpin umat-Nya keluar dari perbudakan. Sekarang pada peristiwa Pentakosta, hadirat Allah turun dalam api untuk mengutus gereja-Nya.

Coba, bayangkan bersama saya. Anda mendongak dan melihat suatu bola api di atas Anda. Anda menyadari apa yang sedang terjadi: Allah datang untuk mengutus umat-Nya. Bola api itu turun perlahan-lahan. Ke atas siapa bola itu akan mendarat? Petrus kah? Atau Yakobus? Atau Yohanes? Atau mungkin semua rasul?

Tetapi saat Anda memandangi bola api itu, Anda menyadari, saat ia terpecah-pecah menjadi lidah api, salah satunya turun ke arah Anda! Anda melihat ke sekeliling kepada orang-orang lain di ruangan itu, dan suatu lidah api mendarat di atas mereka semua.

Anda paham. Roh Allah dicurahkan ke atas semua yang percaya kepada Yesus. Bukan hanya segelintir orang yang diberi hak istimewa yang diutus untuk melayani Tuhan, melainkan semua umat Allah!

Peristiwa mengagumkan ketiga pada Hari Pentakosta adalah …

Komunikasi dalam banyak bahasa

Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus,
lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain,
seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. (Kisah Para Rasul 2:4)

Orang banyak “dari segala bangsa di bawah kolong langit” berkumpul di Yerusalem pada hari Pentakosta (Kisah Para Rasul 2:5). Ketika Roh Allah datang, umat Allah mendapati diri mereka mampu berbicara dalam bahasa-bahasa yang belum pernah mereka pelajari. Jadi, orang-orang dari berbagai penjuru dunia mendengar kabar baik akan Yesus dalam bahasa mereka sendiri.

Ketika orang banyak di kota itu mendengar suara deru angin, mereka bergerak menuju arah datangnya suara itu untuk melihat apa yang sedang terjadi (Kisah Para Rasul 2:6). Ketika tiba di sana, mereka mendapati orang-orang ini menyatakan apa yang telah Allah lakukan dalam berbagai bahasa yang berbeda-beda.

Jika Anda mengunjungi Yerusalem pada hari itu, Anda pasti mencari seseorang yang bisa berbicara dengan bahasa yang sama dengan Anda. Dan itulah yang terjadi. Sekelompok kecil orang mengelilingi masing-masing orang percaya dan mereka semua mendengar apa yang telah Allah lakukan dalam suatu bahasa yang bisa mereka pahami.

Janji Allah untuk memberkati semua kaum di bumi sedang dipenuhi, dan terus dipenuhi hingga sekarang. Kabar baik tentang apa yang telah Allah lakukan dalam diri Yesus diberikan bagi semua orang. Allah ingin hal itu diproklamirkan dalam setiap bahasa. Dan semua orang yang percaya memiliki bagian yang harus dilakukan dalam mengomunikasikan kabar baik ini.

Bahasa apa yang bisa Anda gunakan? Mungkin Anda bisa berbicara dalam suatu bahasa yang memungkinkan Anda berkomunikasi dengan orang-orang dari budaya lain. Mungkin Anda bisa mempelajari suatu bahasa dan menjadi alat agar orang lain mendengar kabar baik tentang Yesus.

Siapa orang yang ada dalam dalam hidup Anda yang perlu mengenal Allah yang ada dalam Alkitab dan mungkin bersedia membuka Alkitab bersama Anda, jika Anda memintanya?

Allah telah meletakkan suatu lingkaran manusia di sekeliling Anda, dan Andalah yang bisa membawa kabar baik tentang apa yang Allah telah lakukan bagi mereka.

Transisi

  • Roh Kudus
  • Iman
  • Pengampunan
  • Gereja
  • Sorga

Setelah peristiwa angin, api, dan bahasa, Petrus berdiri dan menjelaskan bahwa Allah telah memenuhi janji-Nya untuk mencurahkan Roh Kudus dan ia menjelaskan sebabnya kepada orang banyak: Allah telah membangkitkan Yesus dari maut dan meninggikan-Nya sebagai Tuhan atas segala sesuatu.

Saat itu hanya beberapa minggu di Yerusalem sejak banyak orang menyerukan agar Yesus disalibkan. Petrus memberitahu mereka bahwa orang yang mereka salibkan adalah Anak Allah.

“Apa yang harus kami lakukan?” orang-orang itu ingin tahu. Petrus memanggil mereka untuk bertobat, mengubah seluruh sikap mereka terhadap Yesus dan dibaptiskan.

Sekitar 3.000 orang berespons dan orang-orang ini membentuk sebuah komunitas orang-orang percaya. Ketika Roh Kudus dicurahkan, orang menjadi beriman.

2. Anugerah Iman

Iman percaya akan apa yang telah diungkapkan Allah dan percaya akan apa yang dijanjikan Allah. Ibrani mengajarkan kita:

Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. (Ibrani 11:1)

Percaya adalah sesuatu yang kita lakukan. “Percayalah kepada Tuhan Yesus Kristus dan engkau akan selamat” (Kisah Para Rasul 16:31). Dan ini adalah sesuatu yang harus kita lakukan. Yesus berkata, “Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah” (Yoh 6:29).

Tetapi Alkitab juga menyatakan dengan jelas bahwa iman adalah anugerah.

Sebab karena kasih anugerah kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah (Efesus 2:8)

Jadi, percaya adalah sesuatu yang kita lakukan dan iman adalah suatu anugerah yang Allah berikan. Yesus memanggil kita untuk percaya, dan dengan perintah itu, Dia memberi kita apa yang kita perlukan untuk taat.

Saya ingin melakukan tiga pengamatan tentang anugerah iman ini …

Iman bukanlah suatu kapasitas bawaan lahir yang dimiliki sejumlah orang

Beberapa orang secara alamiah atletis. Saya tahu bahwa latihan olahraga adalah kerja keras dan menguasai ketrampilan-ketrampilan dalam suatu olahraga tertentu membutuhkan latihan berjam-jam. Tetapi beberapa orang memang secara alamiah pandai dalam olahraga. Mereka terlihat bagus saat berlari.

Kita lainnya tidak begitu baik dalam hal koordinasi tubuh, dan seberapapun kerasnya kita mencoba, kita tidak akan pernah mampu berkompetisi dengan teman-teman kita yang lebih atletis. Demikian pula dengan seni dan musik. Kita semua bisa mencoba, tetapi beberapa orang memiliki bakat dalam diri mereka, dan kita lainnya, tidak terlalu berbakat.

Nah mungkin mudah untuk berpikir bahwa hal yang sama juga berlaku dalam hal iman. Saya telah mendengar orang-orang berkata, “Beberapa orang memiliki suatu kecenderungan ke arah iman, tetapi saya tidak. saya kira saya tidak akan pernah bisa percaya.”

Jika iman adalah suatu kapasitas bawaan lahir seseorang, hal itu akan sangat tidak adil. Allah akan meletakkan beberapa orang dalam posisi istimewa, di mana mudah bagi mereka untuk diselamatkan. Dan kita semua lainnya hampir tidak memiliki kesempatan.

Iman bukan suatu kapasitas bawaan lahir. Ini bukan suatu kecenderungan yang harus kita temukan di dalam diri kita.

Iman adalah mempercayai apa yang telah dinyatakan Allah dan mempercayai apa yang telah dijanjikan Allah, dan Allah telah memberikan penyataan yang sama dan janji-janji yang sama kepada semua orang di Alkitab. Jadi, tidak seorang pun memiliki keuntungan di atas orang lain dalam hal iman.

Jika iman bukan suatu anugerah bawaan lahir, lalu bagaimana cara Anda mendapatkannya?

Iman datang melalui Firman Allah

Jadi, iman timbul dari pendengaran,
dan pendengaran oleh firman Kristus. (Roma 10:17)

Iman mempercayai apa yang telah Allah nyatakan. Iman meletakkan dirinya pada apa yang telah Allah katakan. Jika Allah belum berbicara, iman adalah mustahil. Tetapi inilah kabar baiknya: Allah telah berbicara, dan itulah sebabnya iman dimungkinkan.

Yang kita lakukan sekarang ini dalam membuka Alkitab, lebih dari sekedar mempelajari suatu kitab kuno. Kita mendengarkan Firman Allah. Dan iman datang melalui pendengaran. Firman Allah itu bagaikan benih yang hidup. Iman bertumbuh di tempat ia ditanam dan menghasilkan buah iman.

Iman melibatkan kepercayaan pribadi yang didasarkan pada bukti-bukti yang kuat

tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya,
bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah,
dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya. (Yohanes 20:31)

Allah tidak memiringkan tubuh-Nya keluar dari Sorga dengan tangan terkepal dan berteriak “Percayalah! Percayalah!” Allah mengungkapkan diri-Nya dalam Kitab Suci lalu mengundang kita untuk menguji bukti-buktinya.

Orang menjadi percaya akan Yesus dengan cara mengenal-Nya. Yesus membuat diri-Nya dikenal oleh murid-murid-Nya saat mereka mengikut-Nya. Demikian pula dengan Anda. Iman akan terbentuk dalam diri Anda saat Anda melihat apa yang telah Allah ungkapkan, dan saat Anda mendengarkan apa yang telah Dia janjikan dalam Alkitab, dan saat Anda mengikut-Nya.

Mungkin Anda berkata, “Aku tidak percaya. Aku tidak bisa percaya.” Tetapi mengapa Anda tidak percaya? Ketidakpercayaan Anda didasarkan pada bukti. Apa yang telah Anda lihat adalah bahwa orang-orang mengecewakan Anda, dan rasa tidak percaya Anda didasarkan pada bukti dari pengalaman Anda sendiri.

Iman didasarkan pada bukti – bukti Kitab Suci. “Semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya.” Allah mengundang Anda untuk keluar dari dunia Anda yang telah rusak yang telah mengajar Anda agar tidak percaya dan memandang kepada Anak-Nya, Yesus. Allah mengundang Anda untuk memalingkan wajah dari kekecewaan pengalaman Anda sendiri dan menemukan harapan di dalam Dia.

Transisi

  • Roh Kudus
  • Iman
  • Pengampunan
  • Gereja
  • Sorga

Apa yang terjadi ketika seseorang berbalik kepada Yesus dalam pertobatan dan iman?

Yesus menceritakan suatu kisah tentang seorang anak yang hilang, yang meninggalkan rumah dan memboroskan uang ayahnya. Pada akhirnya, ia menjadi begitu putus asa sehingga ia memutuskan untuk kembali kepada ayahnya.

Ia memperkirakan penyambutan yang agak dingin, jadi ia memutuskan untuk berkata, “Aku tidak layak lagi disebutkan anak bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan bapa.” Mungkin dengan bekerja bagi ayahnya, ia bisa menunjukkan bahwa ia benar-benar menyesal dan pada saatnya akan bisa memperoleh kembali perkenanan ayahnya.

Tetapi Yesus berkata bahwa ketika si anak itu masih jauh, ayahnya melihatnya dan dengan berlari keluar menyambutnya. Ayahnya memeluknya, dan menciumnya, dan menyambutnya pulang.

Yesus berkata, “Barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang” (Yohanes 6:37). Ketika kita datang kepada Yesus dalam iman dan pertobatan, Dia menyambut kita dengan anugerah pengampunan Allah yang menakjubkan.

3. Anugerah Pengampunan

Kata dalam Alkitab yang digunakan untuk pengampunan adalah kata dibenarkan. Ketika Anda membaca kata dibenarkan atau pembenaran, ingatlah bahwa itu artinya diampuni, diperdamaikan, atau dibawa kembali kepada relasi yang benar bersama Allah.

Itulah yang Yesus lakukan ketika Anda memandang kepada-Nya dalam iman. Dia mengampuni Anda. Dia membenarkan Anda. Dia membawa Anda kembali ke dalam relasi yang benar bersama Allah.

Alkitab menggambarkan pengampunan atau pembenaran kita dengan tiga cara …

  • Kita diampuni oleh anugerah
  • Kita diampuni melalui iman
  • Kita diampuni karena darah Yesus

Kita diampuni oleh anugerah

Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,
dan oleh kasih anugerah telah dibenarkan dengan cuma-cuma
karena penebusan dalam Kristus Yesus. (Roma 3:23-24)

“Oleh kasih anugerah telah dibenarkan” mengingatkan kita bahwa pengampunan adalah suatu anugerah. Allah bukan memandang iman Anda, dan berkata, “Oh, perempuan itu memiliki iman yang sangat mengagumkan, jadi Aku akan mengampuni dosa-dosanya.” Pengampunan bukanlah suatu penghargaan bagi iman. Pengampunan adalah suatu anugerah – tidak layak diterima dan diberikan dengan cuma-cuma.

Kita diampuni melalui iman

Sebab itu, kita yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. (Roma 5:1)

Pengampunan adalah anugerah Allah dan cara kita menerimanya adalah melalui iman. Iman itu bagaikan sebuah tangan, terbuka untuk menerima apa yang Allah tawarkan dengan bebas sebagai suatu anugerah.

Iman mempersatukan Anda kepada Yesus. Alkitab menggambarkan relasi antara Yesus dan mereka yang percaya kepada-Nya bagaikan suatu persatuan antara seorang pengantin perempuan dan pengantin laki-laki.

Dalam suatu kebaktian pernikahan, pengantin perempuan dan laki-laki ditanya: “Maukah saudara mengambil [orang ini] untuk menjadi istri Anda yang sah? Maukah saudara mengambil [orang ini] untuk menjadi suami Anda yang sah?” Keduanya harus menjawab. Dan ketika mereka melakukannya, suatu persatuan baru terbentuk.

Pikirkan seperti ini: Allah bertanya kepada Yesus, “Maukah Engkau mengambil orang-orang berdosa ini dan menjadi Juruselamat mereka?” dan di kayu salib, Yesus berkata, “Ya, Aku bersedia.”

Kini Allah bertanya kepada Anda, “Maukah Anda mengambil Yesus sebagai Juruselamat Anda?” Dan ketika Anda mempercayakan diri Anda kepada Yesus, Anda berkata, “Ya, saya bersedia.”

Iman mempersatukan Anda dengan Yesus, dan ketika Anda menjadi milik-Nya, segala sesuatu kepunyaan-Nya menjadi milik Anda.

Kita diampuni oleh karena darah Yesus

Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya,
kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. (Roma 5:9)

Iman adalah alat untuk menerima anugerah pengampunan Allah, tetapi anugerah itu dibeli dengan kematian Yesus.

Yesus mencurahkan darah-Nya bagi kita di kayu salib. Itulah sebabnya kita diampuni. Iman hanya menjadi alat untuk menerima apa yang telah dibeli-Nya.

Jadi, jangan membuat kesalahan dengan mempercayai iman Anda. Iman adalah mempercayai Yesus, dan yang paling penting bukanlah kekuatan iman Anda, tetapi kekuatan Juruselamat Anda.

Setelah hari Natal pertama kami di Chicago, keluarga kami melakukan perjalanan ke Wisconsin. Kami mencari jalan ke Fond du Lac, di mana kami berhenti di tepi danau untuk melihat-lihat. Saat itu hawa sangat dingin. Anak-anak lelaki kami, yang baru berusia 10 dan 8 thn pada saat itu, berkata, “Ayah, bisakah kami berjalan di atas es?”

Orangtua tahu bahwa ketika Anda tidak berpikir maka Anda akan memberikan jawaban yang standar. Di Inggris, musim dinginnya ringan, dan ketika ada es, maka seringkali esnya tipis. Jadi, saya mengatakan jawaban yang biasa: “Ya, tapi hati-hati.”

Saya ingin Anda membayangkan gambaran tentang orang-orang asing yang baru saya tiba ini, dengan hati-hati mencoba melangkah di atas es di Wisconsin di tengah-tengah musim dingin. Kami meraba-raba, satu demi satu langkah, dengan gugup maju perlahan-lahan, ketika tiba-tiba kami mendengar raungan mesin, lalu melihat suatu mobil truk besar berjalan di atas danau yang beku itu. Saya rasa saya belum pernah merasa begitu bodoh!

Kami hanya memiliki keyakinan yang sangat kecil, tetapi kami benar-benar aman. Lapisan es di mana kami berdiri sangat padat dan kokoh. Dan keamanan kami berada bukan pada kekuatan iman kami, tetapi pada kekuatan lapisan es di mana kami berdiri.

Kita tidak diselamatkan oleh kekuatan iman kita, tetapi oleh kekuatan Juruselamat kita!

Transisi

  • Roh Kudus
  • Iman
  • Pengampunan
  • Gereja
  • Sorga

Jadi kita telah melihat anugerah Roh Kudus, anugerah iman, dan anugerah pengampunan.

Semua ini adalah anugerah-anugerah pribadi yang mengagumkan: Roh Kudus bekerja dalam hidup Anda. Iman dibentuk oleh pendengaran akan Firman Allah. Dan ketika Anda percaya akan Tuhan Yesus Kristus, Dia menjadi milik Anda, dan ketika ia menjadi milik Anda, pengampunan pun menjadi milik Anda.

Ketika Allah memperdamaikan diri Anda kepada diri-Nya, Dia membawa Anda ke dalam keluarga-Nya. Dan hal itu membawa kita kepada anugerah keempat yang Allah berikan kepada setiap orang percaya – anugerah gereja-Nya.

4. Anugerah Gereja

Apa yang muncul dalam benak Anda ketika Anda berpikir tentang gereja? Jendela-jendela dengan desain kaca patri? Bangku kayu yang keras? Khotbah panjang yang membosankan?

Alkitab berkata bahwa

… Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya. (Efesus 5:25)

Anda bisa yakin bahwa Yesus tidak menyerahkan diri-Nya bagi jendela-jendela kaca patri, bangku kayu, dan khotbah panjang yang membosankan. Jadi apa itu gereja dan mengapa Yesus begitu mengasihinya sehingga Dia memberikan diri-Nya bagi gereja?

Yesus berbicara tentang gereja hanya pada dua kesempatan, dan yang dikatakan-Nya mendefinisikan apa itu gereja bagi kita.

Gereja terdiri atas semua orang percaya dari segala abad dan tempat

Pertama kalinya Yesus berbicara tentang gereja. Dia mengacu kepada semua orang percaya di segala abad dan tempat.

Petrus telah mengakui iman di dalam Yesus, dan Yesus berkata,

Dan Aku pun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus
dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku
dan alam maut tidak akan menguasainya. (Matius 16:18)

Yesus di sini tidak berbicara tentang suatu gereja atau suatu denominasi setempat, tetapi tentang semua orang percaya di segala abad dan tempat. “Aku akan mendirikan gereja-Ku” – tunggal! Ada satu gereja, yang terdiri dari semua orang percaya, dan Yesus Kristus membangunnya.

Yesus berkata, “alam maut tidak akan menguasai” gereja ini (16:18).

Sekali lagi, Yesus tidak berbicara tentang gereja atau denominasi lokal mana pun.

Di seluruh dunia ada kisah-kisah sedih akan gereja-gereja yang telah tersesat dan tutup. Tetapi gereja yang Yesus bangun hidup dan sehat – sebagian besar darinya sudah ada di Sorga. Gereja ini mencakup semua orang percaya di segala zaman dan tempat.

Gereja adalah suatu jemaat orang-orang percaya setempat

Kedua kalinya Yesus berbicara tentang gereja, Dia jelas mengacu kepada suatu kumpulan orang percaya setempat.

“Apabila saudaramu berbuat dosa,
tegorlah dia di bawah empat mata. …
Jika ia tidak mendengarkan engkau, bawalah seorang atau dua orang lagi …
Jika ia tidak mau mendengarkan mereka, sampaikanlah soalnya kepada jemaat … (Matius 18, 15, 16, 17)

Sampaikanlah soalnya kepada jemaat” tidak bisa berarti “sampaikanlah soalnya kepada jemaat di segala zaman dan tempat.” Tidak seorang pun bisa melakukannya. Yesus di sini jelas berbicara tentang suatu jemaat orang percaya setempat.

Jadi, Tuhan kita menggunakan kata gereja dalam dua cara. Pertama, untuk menggambarkan semua orang percaya di segala abad dan tempat. Kedua, untuk menggambarkan suatu jemaat orang percaya setempat – yang dipanggil oleh Allah untuk beribadah dan diutus oleh Allah untuk melayani.

Gereja bukanlah sekelompok orang yang memilih dirinya sendiri. Tidak pernah tentang Anda, saya, dan beberapa teman lainnya. Yesus membangun gereja-Nya dengan membawa orang-orang kepada iman dalam Diri-Nya dan mengumpulkan mereka dalam jemaat-jemaat setempat.

Dua pengamatan tentang gereja:

Gereja penting bagi maksud Allah

Paulus berbicara tentang

… rahasia yang telah berabad-abad tersembunyi dalam Allah,
yang menciptakan segala sesuatu,
supaya sekarang oleh jemaat diberitahukan pelbagai ragam hikmat Allah
kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga … (Efesus 3:9-10)

Pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa di sorga ini adalah para malaikat – mahluk-mahluk rohani yang diciptakan oleh Allah untuk menyembah dan melayani-Nya. Maksud Allah adalah bahwa “oleh jemaat” hikmat-Nya bisa dikenal oleh mereka.

Dan inilah sebabnya Allah menciptakan segala sesuatu – agar hikmat-Nya dan kemuliaan-Nya dikenal. Dan bagaimana caranya? Melalui gereja.

Ketika orang-orang berdosa yang tersesat dibawa kembali kepada kehidupan yang baru, dan berbalik kepada Yesus dalam pertobatan dan iman, dan diampuni serta diperdamaikan kepada Allah, dan dipersatukan di dalam gereja, malaikat-malaikat tertegun dan berkata, “Lihat apa yang Allah lakukan!”

Ketika orang-orang percaya saling mengasihi, terlepas dari banyaknya dosa dan kegagalan, ketika kita saling mengampuni, ketika kita mendahulukan kebutuhan orang lain dibandingkan kebutuhan kita sendiri, para malaikat menyaksikan hikmat Allah dipertontonkan.

Gereja penting bagi maksud Allah, dan menjadi seorang anggota dari gereja Kristus adalah suatu hak istimewa yang tidak tertandingi.

Gereja memiliki suatu masa depan yang mulia

Paulus mengajarkan bahwa,

Kristus telah mengasihi jemaat dan telah menyerahkan diri-Nya baginya
untuk menguduskannya,
sesudah Ia menyucikannya dengan memandikannya dengan air dan firman,
supaya dengan demikian Ia menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu,
tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela. (Efesus 5:25-27)

Ada perbedaan besar antara seperti apa gereja saat ini dengan seperti apa nantinya. Lihatlah gereja mana pun saat ini dan Anda akan mendapatinya jauh sekali dari panggilan Allah terhadap gereja yang sesungguhnya. Anda akan melihat banyak noda dan kerutan. Pengantin perempuan belum didandani dengan segala kemegahannya.

Tetapi Kristus mengasihi gereja dengan segala noda dan segala kerut merutnya, dan jika kita seperti-Nya, kita akan mengasihi gereja-Nya juga. Yesus memberikan diri-Nya bagi gereja. Dan jika kita seperti Yesus, kita akan mengasihi gereja dan memberikan diri kita baginya juga.

Perhatikan apa yang Yesus kerjakan bagi gereja-Nya saat ini. Dia membasuhnya dengan memandikannya dengan Firman. Firman Allah itu bagaikan air mandi yang dengannya kita dibasuh. Ini adalah pola dari hidup kita bersama. Kita dibasuh oleh Firman, sehingga secara perlahan-lahan dan bertahap, keindahan Yesus bisa terlihat dalam diri kita.

Lalu kita diajarkan tentang apa yang akan dilakukan Kristus bagi gereja. Dia akan “menempatkan jemaat di hadapan diri-Nya dengan cemerlang tanpa cacat atau kerut atau yang serupa itu, tetapi supaya jemaat kudus dan tidak bercela” (5:27)

Pikirkan kisah Cinderella. Ia dibenci oleh kakak-kakak tirinya yang buruk rupa, tetapi ditakdirkan untuk menikah dengan seorang pangeran.

Gereja dibenci oleh dunia, tetapi ia adalah pengantin Kristus, dan masa depannya cemerlang.

Yesus Kristus akan menyajikan gereja kepada diri-Nya sendiri dalam kemuliaan! Dan pada saat itu, Anda akan sangat bersyukur bahwa Anda menjadi bagian dari gereja-Nya.

Transisi

  • Roh Kudus
  • Iman
  • Pengampunan
  • Gereja
  • Sorga

Berbicara tentang hari di mana semua orang percaya akan menjadi sempurna membawa kita kepada anugerah yang terakhir dan terbesar yang telah Allah persiapkan.

Yesus berkata kepada Bapa,

Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku. (Yohanes 17:24)

 Anugerah Allah yang terbesar adalah anugerah diri-Nya sendiri. Dan suatu hari nanti, semua umat-Nya akan dibawa ke dalam sukacita hadirat-Nya di Sorga.

5. Anugerah Sorga

Kisah Alkitab berakhir dengan Allah menciptakan suatu sorga dan bumi baru. Dalam kitab Wahyu, Yohanes berkata,

Lalu aku melihat langit yang baru dan bumi yang baru,
sebab langit yang pertama dan bumi yang pertama telah berlalu, dan laut pun tidak ada lagi. (Wahyu 21:1)

Sukacita akan sorga dan bumi baru akan melebihi apa pun yang bisa kita bayangkan, tetapi Allah menggunakan dua gambaran untuk memberi kita sejumlah bayangan tentang apa yang ada di depan bagi umat-Nya. Gambaran yang diberikan-Nya adalah tentang kota, dan taman.

Allah akan hidup bersama umat-Nya

Dan aku melihat kota yang kudus, Yerusalem yang baru,
turun dari sorga, dari Allah,
yang berhias bagaikan pengantin perempuan yang berdandan untuk suaminya. (Wahyu 21:2)

Pada bagian kisah sejauh ini, sejarah yang kita kenal telah hampir selesai. Bumi ditelanjangi oleh panasnya api penghakiman Allah (2 Petrus 3:10).

London, Chicago, Beijing, Moscow, Delhi, dan Dubai semua lenyap! Kini Yohanes melihat suatu kota yang baru turun dari langit. Ia langsung mengenali penampilannya – Yerusalem! Kota itu sangat dikenalinya.

Yerusalem adalah kota yang penuh makna penting dalam kisah Alkitab. Di sinilah Allah turun dalam Ruang Maha Kudus untuk bertemu dengan umat-Nya. Yerusalem yang lama memiliki suatu tempat kudus, di mana hadirat Allah turun. Yerusalem yang baru adalah suatu tempat kudus, di mana hadirat Allah akan tetap tinggal.

Yohanes mendengar suatu suara yang nyaring datang dari tahta Allah berkata,

“Lihatlah, kemah Allah ada di tengah-tengah manusia dan Ia akan diam bersama-sama dengan mereka. Mereka akan menjadi umat-Nya dan Ia akan menjadi Allah mereka.
Dan Ia akan menghapus segala air mata dari mata mereka, dan maut tidak akan ada lagi; tidak akan ada lagi perkabungan, atau ratap tangis, atau dukacita, sebab segala sesuatu yang lama itu telah berlalu. (Wahyu 21:3-4)

Yohanes melihat kota itu dari luar dan ketika, dalam penglihatannya, ia diundang masuk ke kota itu, yang dilihatnya adalah suatu taman yang indah.

Firdaus akan dipulihkan

Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.
Di tengah-tengah jalan kota itu, yaitu di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan … (Wahyu 22:1-2)

Kisah Alkitab dimulai di suatu taman. Di taman itu ada pepohonan dan salah satunya adalah pohon kehidupan. Yohanes pasti telah langsung melihat signifikansinya – ini adalah firdaus yang dipulihkan, dan firdaus yang baru ini akan lebih megah dibandingkan firdaus yang telah hilang dari hidup Adam.

Dalam sesi pertama kita, kita melihat bahwa Allah memberi Adam dan Hawa karunia suatu rumah, kerja, pernikahan, dan hadirat-Nya sendiri.

Di Sorga Anda akan memiliki rumah yang lebih baik

Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan …
… di seberang-menyeberang sungai itu, ada pohon-pohon kehidupan yang berbuah dua belas kali, tiap-tiap bulan sekali … (Wahyu 22: 1, 2)

Taman Eden adalah suatu rumah yang mengagumkan bagi Adam dan Hawa, tetapi Taman Eden tidak pernah memiliki pepohonan yang menghasilkan buah yang berbeda-beda tiap bulan!

Ini mengajarkan kepada kita bahwa hidup di Sorga tidak akan pernah membosankan. Akan selalu ada sesuatu yang baru. Menggunakan gambaran yang baru, Yohanes mengajarkan kepada kita bahwa Tuhan akan menjadi Gembala kita, dan Dia akan membawa kita ke sumber air kehidupan (Wahyu 7:17).

Yesus akan selalu membawa kita kepada penemuan-penemuan baru, dan sukacita-sukacita terbesar dalam hidup Anda dalam dunia ini hanyalah suatu contoh kecil akan kegembiraan-kegembiraan yang akan Anda nikmati di alam ciptaan Allah yang baru.

Di Sorga Anda akan memiliki pekerjaan yang lebih baik

Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya …
… Tuhan Allah akan menerangi mereka,
dan mereka akan memerintah sebagai raja sampai selama-lamanya. (Wahyu 22: 3, 5)

Perhatikan apa yang akan kita lakukan di sorga: Kita akan beribadah, kita akan melayani, dan kita akan bertahta. Ketika Allah berbicara tentang kita bertahta, Dia mengajarkan bahwa hidup akan kita tata dan kendalikan.

Anda tidak akan lagi berada di bawah tirani waktu. Anda tidak akan lagi terhanyut oleh gelombang emosi atau impulsi-impulsi kehendak yang tidak bisa ditebak. Anda tidak akan lagi mengalami relasi-relasi yang disfungsi. Dan Anda tidak akan lagi menjadi korban bahaya atau maut.

Hidup Anda akan tertata, kerja Anda tergenapi, dan relasi-relasi yang Anda miliki akan menjadi utuh. Anda akan merdeka untuk memenuhi maksud Allah, dan segala yang Anda lakukan akan dipersembahkan kepada Allah sebagai ibadah.

Di Sorga Anda akan menikmati pertemanan yang lebih baik

Taman Eden dinikmati hanya oleh satu lelaki dan satu perempuan. Tetapi kini orang yang sangat banyak mengalir memasuki gerbang kota Allah.

Yohanes melihat bahwa kota itu memiliki

Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah;
dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat
dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel.
Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. (Wahyu 21:12-13)

Yohanes melihat dua belas gerbang ke Yerusalem baru. Gerbang-gerbang itu menghadap ke utara, selatan, timur, dan barat. Orang-orang datang ke dalam kota itu dari berbagai arah – China di timur, Rusia di utara, Afrika di selatan, dan Amerika di barat.

Yohanes melihat seorang malaikat berdiri di setiap gerbang, dan semua gerbang itu terbuka (21:25). Pada awal kisah Alkitab, gerbang ke firdaus ditutup. Kerubim menjaga gerbang kepada Pohon Kehidupan dengan pedang yang menyala-nyala. Tidak ada jalan kembali kepada hadirat Allah.

Tetapi Yesus telah mematahkan pedang penghakiman, dan kini, para malaikat berada di gerbang untuk menyambut semua orang yang menjadi kepunyaan Allah. Orang banyak mengalir masuk dari setiap benua di bumi – orang banyak yang terdiri dari segala suku dan bangsa – mereka semua telah ditebus oleh Yesus Kristus.

Di Sorga Anda akan memperoleh pengetahuan tentang Allah yang lebih baik

Yohanes berkata,

dan mereka akan melihat wajah-Nya … (Wahyu 22:4)

Hadirat Allah di kota ini adalah berkat yang terbesar. Dalam Taman Eden, Allah datang sebagai seorang pengunjung dan membuat diri-Nya dikenal. Tetapi di ciptaan yang baru, Allah bukan lagi menjadi seorang tamu. Allah akan tinggal bersama kita, dan kita akan melihat wajah-Nya!

Menikmati kekekalan dalam hadirat Allah adalah anugerah Allah yang utama, dan ini adalah anugerah yang ditawarkan-Nya kepada Anda. “Orang yang haus akan Kuberi minum dengan cuma-cuma dari mata air kehidupan” (Wahyu 21:6).

Sorga bukanlah suatu upah yang bisa Anda usahakan sendiri; ini adalah suatu anugerah yang harus Anda terima. Dan Yesus Kristus memberikan anugerah ini kepada semua orang yang percaya kepada-Nya.

Alkitab berakhir dengan suatu undangan yang menakjubkan

Roh dan pengantin perempuan itu berkata: “Marilah!”
Dan barangsiapa yang mendengarnya, hendaklah ia berkata: “Marilah!”
Dan barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang,
dan barangsiapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma! (Wahyu 22:17)

Roh dan Pengantin mengundang Anda untuk datang. Pengantinnya adalah Gereja dan saya memiliki hak istimewa untuk berbicara mewakilinya hari ini, dan mengundang Anda untuk datang dan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus.

Dan Roh, yang adalah Allah Roh Kudus berkata, “Marilah!” Allah ingin Anda menikmati ciptaan baru-Nya. Inilah sebabnya Yesus datang ke dunia. Dia pergi ke kayu salib demi Anda. Dia bangkit dari maut bagi Anda. Dia menawarkan hidup kekal bagi Anda.

Tetapi Anda harus datang. Anda harus percaya. Anda harus menerima apa yang ditawarkan-Nya.

Dan ketika Anda melakukannya, Anda akan memiliki harapan ini, yang ditemukan dalam kata2 terakhir dalam Alkitab:

Ia yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, berfirman:
“Ya, Aku datang segera!”
Amin, datanglah, Tuhan Yesus!
Kasih karunia Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian! Amin. (Wahyu 22:20-21)

Lanjut
Gunakan pertanyaan-pertanyaan ini untuk berinteraksi lebih jauh dengan Firman Allah. Diskusikan dengan orang lain atau gunakan sebagai pertanyaan-pertanyaan refleksi pribadi.
  1. Apa yang yang Anda pelajari tentang Allah bahwa Dia ingin memberikan lima anugerah ini kepada kita?
  2. Apakah ada di antara kelima anugerah ini yang menurut Anda tidak Anda miliki? Mengapa?
  3. Yang mana dari kelima anugerah ini yang membawa sukacita terbesar bagi Anda? Mengapa?
Save Progress
Scroll to top